Kamis, 16 Februari 2012

Foto Batu Terapung

Isu Foto Batu Terapung


Foto batu yang dikatakan terapung:


Sanggahan Terhadap Isu Batu Terapung 

Kritik dari seorang blogger:



The true story of the 'floating rock'
After sometime of believing that the picture is not true without able to prove it, I finally come accross an arabic forum where the members discussing this. Thanks to image search engines, I can show you the pictures below that show the original rock in several viewing angles. The pictures show why the 'floating rock' is almost so convincing that many people reject to accept that such is only a manipulated image. The rock itself is unique, and is supported by at least three rock structures below it. The supporting rocks seem to be a continuous part of the rock that unite it with the ground. The supporting rocks are relatively very small compared to the size of the rock above them.


Foto dari sudut lain (dari flickr). Komentar dari pembuat gambar tersebut:
Yes, This stone is a part of a mountine in Al-Ahsa (East of Saudi Arabia)..I saw some people in Flickr writing some crazy things about it (although all of them were not true)The craziest thing I read about it is that it floats in certain days of the year about 10cm from the ground ^_^ hahahahaI live beside this place, and never see this crazy thing happen O_O ^_^
Paling mantap adalah penjelasan dari hoax slayer 

Foto aslinya seperti di bawah ini, terlihat ada 3 batu penyokongnya


Kalau dizoom nampak lebih jelas batu penyokongnya

Beberapa gambar yang menarik:




Video dari youtube 



Batu di Masjidil Aqsa

Batu yang dikatakan terapung sebenarnya adalah batu yang terdapat di Dome of Rock di Yerusalem.



Kesimpulan

  1. Foto batu terapung tersebut adalah tipu-tipuan (hoax) belaka. Lokasi sesungguhnya di Arab Saudi, dan batu itu sebenarnya disokong oleh batu lain, bukan terapung. Foto itu menjadi terapung setelah gambarnya dimanipulasi. 
  2. Batu terapung yang sebenarnya ada di Dome of Rock di kawasan  Masjidil Aqsa di kota Yerusalem.


3 komentar:

  1. Dunia mistik atau berbagi bentuk mythology telah menyelimuti masyarakat jahiliyyah sebelum Islam, kerja keras dan berat Rasulullah telah dipersiapkan untuk menghalau keyakinan jahiliyah ini. Lihat dlm Alquran, bagaimana ketika kaum Quraisy pada saat itu meminta kepada Rasulullah agar menampilkan hal-hal yg irrasional (a.l. terbang ke langit , datangkan Tuhan & malaikat berhadapan dgn mereka, munculkan mata air dsb., dsb.,) agar mereka beriman kpd apa yg diajarkan Rasulullah (wahyu). Dengan tegas (explisit) jawabanpun disampaikan bahwa (1) Rasulullah adalah manusia biasa (egalitarian) sebagaimana mereka (QS7:188), yg membedakannya dgn mereka hanyalah Rasulullah mendapat wahyu(QS21:108). (2) Kalaupun dihadirkan apa yg mereka inginkan, tetap saja tidak akan merubah keyakinan mereka (QS6:111). Kini giliran kepada kita meyakini hal-hal irrasional, termasuk batu yng ngambang atau batu terbang. tentu sangat bertentangan dengan realita. Karena dg diketemukannya gravitasi atau terpecahkannya bahwa bumi itu bulat merupakan dasar-dasar pemikiran Alquran, dimana akal sebagai sarana untuk mencari kebenaran. Dengan tegas Alquran mengajak manusia berfikir realitas, sebagaimana Allah sebutkan: Tidak-kah kalian perhatikan angkasa raya, matahari, bulan, saat fajar menyingsing, saat malam datang, dan waktu subuh ketika menghela nafas dsb., dsb., . Kesemuanya berada dalam TAKDIR atau ATURAN/HUKUM yg konstant, serta tidak akan terjadi perubahan dalam aturan/sunnah Allah. Rasulullah tidak pernah mengetahui apapun sebelum terjadi, tidak pula memiliki kesaktian, dan bukan santoisme. Inilah inti tauhid. Bila kita berkeyakinan TIDAK seperti itu, itulah benih-benih kemusyrikan. Statement Allah dlm QS33:43,:"Dialah (Allah) dan para malaikatnya senantiasa bershalawat kepada kamu sekalian (kaum mu'minin), dengan tujuan bahwa Allah ingin selalu mengeluarkan kalian dari kegelapan untuk mencapai cahaya (pencerahan). Sungguh Dia sangat pengasih/penyayang kepada orang-orang yg beriman. Mudah-mudah para komentator pada blog ini memahami berbagai kandungan Alquran kalaupun tidak seluruh kandungannya. Sehingga meyakini kekuasaan Allah tidak hanya sebatas keawamannya.

    BalasHapus
  2. Kalau ihwal batu terapung yg konon merupakn pijakan Rasulullah ketika mi'raj (naik ke langit)itu hanya secuil peristiwa kecil. Ihwal besarnya adalah ihwal Rasulullah mi'raj (ataupun Isra)atau berdirganata-ria. Apa itumungkin terjadi?. Betulkah Rasulullah pernah mi'raj? Kalau kita bersumber kepada Alquran, tidak pernah Alquran menyatakan hal tersebut. Surat An Najm ayat 13-17? Itu hanya bisa-bisa para ulama dalam rangka menjustifikasi kisah Mi'raj versi Anas bin Malik saja. Mari kita buktikan..!!!

    BalasHapus

Silakan meninggalkan komentar anda terhadap artikel ini