Sabtu, 15 Maret 2014

Tentang Dosa Hasud


Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10153889920090392&id=89898810391

Hasud adalah iri/dengki akan kenikmatan yang Allah berikan kepada seseorang dan engkau ingin nikmat yang ada pada orang tersebut hilang/berpindah, walaupun engkau tidak pula menginginkan kenikmatan tersebut atasmu, maka ketahuilah bahwasannya jika engkau hasud terhadap saudaramu maka hal itu menyenangkan hati iblis.
Lihatlah bagaimana Allah perlakukan orang yang dihatinya terdapat hasud, engkau melihat kenikmatan yang dimiliki saudaramu tidak akan hilang hanya dengan hasud yang engkau miliki, dengan kata lain hasadmu terhadap saudaramu tidak akan pernah berhasil, di dunia engkau selalu bersusah hati (jauh dari rasa nikmat), sumpek, terjatuh dalam dosa dan hasud iblis terhadapmu terus berhasil (terbukti dengan engkau terus melakukan hasud) sementara saudaramu itu, tidak berkurang sedikitpun nikmat yang Allah berikan atasnya karena memang sudah takdirNya.
Maka ketahuilah bahwasanya hasud tidak akan hilang hingga saudaramu itu mati dan hasud akan kembali kepada pelakunya sebagai dosa yang akan menyetir dirimu ke api neraka.
Lalu bagaimana mengobatinya? Paksa dirimu untuk ikut senang terhadap nikmat yang diperoleh saudaramu, puji kebaikannya di belakangnya jangan dihadapannya, (karena biasanya orang lebih mudah untuk bermanis lidah dihadapan orang dan membicarakan aib dibelakangnya) dengan itu akan hilanglah kebencianmu atasnya dan hidupmu pun akan tenang, lalu terkadang ketika engkau berbuat begitu timbul bisikan dihatimu "Untuk apa kau puji dia sementara dihatimu masih ada kebencian atasnya" buanglah bisikan ini karena inilah bisikan iblis yang tidak ingin engkau mendapatkan pahala Mahabbah kepada saudaramu.
Setelah itu engkau introspeksi dirimu akan sebab sebab sifat hasud tersebut hingga ke akar akarnya, hal ini tidaklah mudah dan akan terus bolak balik menghampirimu maka itu terus berusahalah, karena 2 hal tadi adalah obat penyembuh hasud.
Berkata AlHabib Umar bin Hafidh "Siapa yang tidak sabar akan pahitnya obat tidak akan pernah merasakan manisnya sehat"
(catatan Qobasunurulmubiin min Ihya 'Ulumuddin karangan guru mulia Al'Allamah AlMusnid AlHabib Umar bin Hafidh)

Selasa, 04 Maret 2014

Kisah Orang Tua Imam Abu Hanifah

Dikutip dari: http://www.nabawia.com/read/5318/kisah-seorang-lelaki-sholeh-yang-menikahi-wanita-buta-tuli-dan-lumpuh

Seorang lelaki yang soleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat satu buah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu membuat Tsabit teringin untuk memakannya. Tambahan pula ketika itu panas dan dia kehausan. Tanpa berfikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel itu. Akan tetapi baru separuh apel itu dimakan, tiba-tiba dia teringat bahawa apel bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya.

Maka dia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu untuk menemui pemiliknya dan meminta dihalalkan buah yang telah dimakannya. Di dalam kebun itu dia bertemu dengan seorang lelaki. Lalu dia pun berkata, “Aku sudah makan setengah dari buah epal ini. Aku berharap tuan menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebunnya”.

Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Di mana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan epal yang telah aku makan ini.” Pengurus kebun itu memberitahunya, “Jika engkau ingin pergi ke sana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”.

Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui tuan pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku kerana tanpa izin pemiliknya. Bukankah Rasulullah s.a.w. sudah memperingatkan kita melalui sabdanya: “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia terus mengetuk pintu sambil memberi salam dengan sopan,sambil berkata,” Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah ku makan itu?”

Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak boleh menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu kerana takut dia tidak dapat memenuhinya. Maka segera dia bertanya, “Apakah syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !”

Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah epalmu dari kebunmu, aku harus mengkahwini puterimu?”

Pemilik kebun itu tidak mempedulikan pertanyaan Tsabit. Malah dia terus saja berkata , “Sebelum pernikahan dilakukan engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan puteriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!”

Tsabit amat terkejut dengan keterangan pemilik kebun. Dia berfikir di dalam hatinya, apakah wanita seperti itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak boleh menghalalkan apa yang telah kau makan !”

Tsabit kemudian menjawab dengan yakin, “Aku akan menerima pinangannya dan perkahwinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan pertukaran dengan Allah Rabbul ‘alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajipan-kewajian dan hak-hakku kepadanya kerana aku amat berharap Allah selalu meredhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.

Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menyediakan dua orang saksi yang akan menyaksikan pernikahan tersebut. Seusai majlis pernikahan, Tsabit dipersilakan masuk menemui isterinya.

Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berfikir akan tetap mengucapkan salam walaupun isterinya tuli dan bisu, kerana bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu”alaikum…”
Tidak disangkanya sama sekali wanita yang ada di hadapannya iaitu isterinya itu menjawab salamnya. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut kerana wanita yang itu menyambut huluran tangannya.

Tsabit merasa hairan. “Ayahnya mengatakan bahawa wanita itu tuli dan bisu tetapi ternyata dia menjawab salamnya dengan baik. Jika demikian bererti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahawa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berfikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya?

Setelah Tsabit duduk di samping isterinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, kerana aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli, mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, kerana aku tidak pernah mahu mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridho Allah."

Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” Tanya wanita itu kepada Tsabit. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan isterinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “Aku dikatakan bisu kerana dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh kerana kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang boleh menimbulkan kemurkaan Allah Ta’ala”.

Tsabit amat bahagia mendapat seorang isteri solehah dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan penuh syukur dia berkata tentang isterinya, “Ketika kulihat wajahnya… Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.

Tsabit dan isterinya yang solihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikurniakan seorang putera yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia, Beliau adalah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit. 

Jumat, 21 Februari 2014

Ibnu al-Jauzi (w. 597 H): Ulama Madzhab Hanbali Suka ke Kuburan Orang Shalih

Sumber: https://www.facebook.com/notes/hanif-luthfi/ibnu-al-jauzi-w-597-h-ulama-madzhab-hanbali-suka-ke-kuburan-orang-shalih/697284633669500



Tak bisa dipungkiri memang ada yang ke kuburan untuk mencari wangsit, meminta-minta ke orang mati. Kebanyakan memang orang awam. Tapi kalo ada anak ke sekolah, di sekolah kok ribut sendiri,  maka yang dilarang itu ributnya atau datangnya ke sekolah? Atau malah sekolahnya saja yang dibakar? Namanya juga anak-anak, harusnya kita ingatkan dengan baik.

Jika kita hidup di Indonesia, memang seolah yang suka sekali ke kuburan itu orang-orang yang kebetulan mengaku bermadzhab syafi’i. Maka, mereka sering disebut Kuburiyyun. Tapi jika kita baca literatur sejarah ulama masa lalu, tak hanya mereka yang mengaku bermadzhab Syafi’i saja yang rajin ke kuburan orang shalih. Bahkan ulama-ulama madzhab Hanbali juga rajin ke kuburan. Tak percaya? Kita baca salah satu cerita dibawah ini.

Ibnu al-Jauzi al-Hanbali (w. 597 H)

Sebut saja Ibnu al-Jauzi (w. 597 H). Beliau ini bukan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H), meskipun keduanya termasuk ulama madzhab Hanbali.

Nama lengkap beliau adalah Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ubaidullah al-Baghdadi al-Hanbali. Nasab beliau sampai kepada Shahabat Abu Bakar as-Shiddiq radhiyaAllahu anhu [1].

Beliau karangannya sangat banyak. Disebutkan bahwa karangannya sampai dua ratus lima puluhan judul. Diantara yang terkenal adalah Talbis Iblis, al-Maudhu’at, Shafwat as-Shafwah, Zaad al-Masir, Shaid al-Khathir, Minhaj al-Qashidin dan masih banyak lagi.

A.    Baliau dan Jama’ahnya Ziarah ke Kuburan Imam Ahmad bin Hanbal

Dalam kitab Dzail Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) menceritakan [2]; suatu ketika Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) berkata:

قال: وتكلمت في جامع المنصور هذه الأيام. فبات ليلته في الجامع خلق كثير. وختمت الختمات. واجتمع الناس بكثرة. فحرز الجمع بمائة ألف. وتاب خلق كثير. وقطعت شعورهم، ثم نزلت فمضيت إلى قبر أحمد. فتبعني خلق كثير حرزوا بخمسة آلاف

Saya berbicara di al-Jami’ (masjid) al-Manshur hari-hari ini. Banyak orang menginap disitu, mereka juga mengkhatamkan al-Qur’an berkali-kali. Orang-orang bertambah banyak, hingga sampai seratus ribuan orang. Banyak yang bertaubat disana. Lalu saya turun dari masjid dan menuju kuburan Imam Ahmad bin Hanbal. Orang-orang banyak yang mengikuti saya, sampai sekitar lima ribuan orang.

Beliau beserta sekitar 5 ribuan jama’ahnya ziarah ke makam Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) di Baghdad, di pekuburan Bab Harb di Daerah Harbiyyah. Kuburan Imam Ahmad ini memang banyak yang menziarahinya, sebagaimana dikatakan oleh sejarawan Ibnu Khallikan (w. 681 H) [3].

Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa makam Imam Ahmad bin Hanbal memang diziarahi umat muslim, Imam Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) dan para jama’ahnya juga berziarah kesana.

B.     Jika Sedang Galau, Beliau ke Kuburan Orang Shalih

Dalam sebuah kitab beliau yang cukup terkenal; Shaidu al-Khathir beliau menuliskan saat beliau galau [4]:

وكثر ضجيجي من مرضي، وعجزت عن طب نفسي، فلجأت إلى قبور الصالحين، وتوسلت في صلاحي

Saya banyak mengeluh dari sakit. Saya merasa lemah terhadap kebaikan diri saya sendiri. Maka saya pun pergi ke kuburan orang-orang shalih. Saya bertawassul demi kebaikan saya.

Memang beliau ini sering ke kuburan orang-orang shalih untuk bertawassul demi kebaikan dirinya.

C.    Beliau Menganjurkan Untuk Sering ke Kuburan Orang-Orang Shalih

Tak hanya itu, beliau juga menganjurkan kepada orang lain untuk sering-sering ziarah ke kuburan orang-orang shalih. Beliau tuliskan dalam buku yang sama [5]:

وليجعل خلوته أنيسه، والنظر في سير السلف جليسه! ولتكن له وظيفة من زيارة قبور الصالحين والخلوة بها!

Dan sebaiknya seorang itu membiasakan diri menyendiri (khalwat), sering membaca teladan-teladan para ulama salaf. Sebaiknya seorang juga membiasakan diri untuk ziarah ke kuburan orang-orang shalih dan berkhalwat disana.

Disini saya tidak sedang mengarang, ini tulisan asli beliau di kitabnya. Jadi, memang membiasakan diri menziarahi kuburan orang shalih itu, tidak hanya tradisi dari kalangan yang mengaku bermadzhab syafi’i saja.

D.    Selepas Beliau Wafat, Banyak Orang yang Menginap di Kuburannya

Ad-Dzahabi (w. 748 H) menceritakan kejadian saat Imam Ibnu al-Jauzi (w. 579 H) wafat [6]:

وأنزل في الحفرة، والمؤذن يقول: الله أكبر، وحزن عليه الخلق، وباتوا عند قبره طول شهر رمضان يختمون الختمات، بالشمع والقناديل

Jenazah Imam Ibnu al-Jauzi di turunkan ke liang lahat. Saat muadzin bertakbir “Allahu akbar”, banyak orang yang bersedih. Mereka menginap di kuburannya sepanjang bulan ramadhan. Mereka mengkhatamkan al-Qur’an disana dengan diterangi lilin dan lampu teplok.

Jadi, menginap di kuburan untuk baca al-Qur’an itu tak hanya tradisi ke-Indonesia-an saja. Di Baghdad abad ke-6 Hijriyyah pun sudah ada. Bahkan yang melakukannya bukanlah mereka yang mengaku bermadzhab syafi’i, tetapi Hanbali.

E.     Maktabah Syamilah tidak Beres?

Entah disengaja atau tidak, dua kata [قبور الصالحين] dalam kitab Shaidu al-Khathir karya Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) hal. 93 dan 426, pada Maktabah Syamilah versi 3.51 dirubah menjadi [قبول الصالحين], dirubah ra’nya menjadi lam. Tentunya maknanya menjadi sangat beda.

Husnuddzannya barangkali salah ketik saja. Tetapi jika salah ketik, kenapa sampai dua kali salahnya. waAllahu a’lam.

Ketika Ibnu Taimiyyah al-Harrani Wafat (w. 728 H)

Hal yang lebih menarik malah ketika Ibnu Taimiyyah al-Harrani wafat. Ibnu Katsir (w. 774 H) menceritakan dengan panjang lebar kejadian-kejadian yang terjadi saat Ibnu Taimiyyah wafat, dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah. InsyaAllah akan kita ceritakan pada kesempatan yang lain.

Terkait ziarah ke kuburan Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), Ibnu Katsir menuliskan [7]:

وتردد الناس إلى قبره أياما كثيرة ليلا ونهارا يبيتون عنده ويصبحون

Orang-orang banyak yang berziarah ke kuburannya (Ibnu Taimiyyah) selama beberapa hari, siang dan malam, bahkan banyak yang menginap disana.

Sebenarnya, mau ke kuburan atau tidak itu terserah saja silahkan. Toh, kemusyrikan tak hanya ada di kuburan saja. Justru sekarang kemusyrikan menjelma dalam bentuk lain. Banyak penyembah harta, penyembah atasan, penyembah kecantikan, penyembah ketenaran. Malahan untuk menyadarkannya, haruslah dengan banyak-banyak ingat kematian. Semoga kita semua dikumpulkan bersama-sama orang shalih nanti di akhirat.

Untuk lebih serunya, mungkin bisa dibaca di kitab ar-Ruh karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah al-Hanbali (w. 751 H) atau kitab Ahwal al-Qubur karya Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H). waAllahu a'lam bisshawab.

Footnote:

[1] Ad-Dzahabi Syamsuddin Abu Abdillah (w. 748 H), Siyar A’lam an-Nubala’, (Muassasah ar-Risalah, 1405 H), hal. 21/ 365

[2] Ibnu Rajab Zainuddin Abdurrahman al-Hanbali (w. 795 H), Dzail Thabaqat al-Hanabilah, (Riyadh: Maktabah al-Ubaikan, 1425 H), hal. 2/ 464

[3] Ibnu Khallikan al-Barmaki al-Irbili Ahmad bin Muhammad, Wafayat al-A’yan, (Bairut: Daar as-Shadir, 1900 M), hal. 1/ 66

[4] Ibnu al-Jauzi Jalamuddin Abu al-Faraj (w. 597 H), Shaidu al-Khathir, (Damaskus, Daar al-Qalam, 1425 H), hal. 93

[5] Ibnu al-Jauzi Jalamuddin Abu al-Faraj (w. 597 H), Shaidu al-Khathir, hal. 426

[6] Ad-Dzahabi Syamsuddin Abu Abdillah (w. 748 H), Siyar A’lam an-Nubala’, hal. 21/ 379

[7] Ibnu Katsir Abu al-Fida’ Ismail bin Umar (w. 774 H), al-Bidayah wa an-Nihayah, (Bairut: Daar al-Fikr, 1407 H), hal. 14/ 136

Rabu, 15 Januari 2014

Biodata Singkat Nabi Muhammad SAW


Berikut ini adalah data-data pribadi mengenai Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Semoga dengan mengetahui data-data ini maka akan bertambah kuat cinta kita kepada Rasulullah dan makin takut kita kepada Allah SWT.
  • Nama : Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
  • Tanggal  lahir : Subuh hari Senin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi. Tahun lahir ini dikenal juga sebagai Tahun Gajah berkaitan dengan  peristiwa serangan tentara bergajah Abrahah yang menyerang Kaabah di kota Mekath).
  • Tempat lahir : Di rumah Abu Talib, Makkah Al-Mukarramah.
  • Nama ayah : Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hashim.
  • Nama ibu : Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf.
  • Pengasuh pertama : Barakah Al-Habsyiyyah yang digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan ayah dari Rasulullah SAW.
  • Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab).
  • Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Saadiah (lebih dikenali sebagai Halimah As-Saadiah atau Halimatus-Sa'adiah. Suaminya bernama Abu Kabsyah.

Rasulullah di Usia 5 Tahun
Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bagian syaitan yang ada di dalam hatinya.

Rasulullah di Usia 6 Tahun
Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia di Al-Abwa (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah).
Baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapa Rasulullah SAW) dan hidupnya dibiayai oleh kakeknya Abdul Muttalib.

USIA 8 TAHUN
Kakeknya Abdul Muttalib meninggal dunia.
Baginda dipelihara oleh pamannya, Abu Talib.

USIA 9 TAHUN (Sebagian riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
Bersama pamannya, Abu Talib bermusafir ke Syam untuk urusan perniagaan.
Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN
Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab ‘ Sirah ‘ , jilid 1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun.
Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah saja. Menyaksikan ‘ perjanjian Al-Fudhul ‘; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang dizalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN
Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barang Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah. Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah. Baginda SAW bersama-sama Abu Talib dan beberapa orang pamannya lain pergi berjumpa Amru bin Asad (paman Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.
Mas kahwin Baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN
Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Kaabah.
Pembangunan kembali Kaabah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk Makkah.
Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan ‘ Hajarul-Aswad ‘ ke tempat asal dan sekaligus meredakan pertikaian berhubungan dengan peletakan batu tersebut.

USIA 40 TAHUN
Menerima wahyu pertama di gua Hira‘ sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN
Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Saidina Abu Bakar Al-Siddiq.
Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN
Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Senin, 12 Rabiulawal tahun 11 Hijrah/ 8 Juni 632 Masihi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW
  • Khadijah Binti Khuwailid.
  • Saudah Binti Zam’ah.
  • Aisyah Binti Abu Bakar (anak Saidina Abu Bakar).
  • Hafsah binti ‘ Umar (anak Saidina ‘ Umar bin Al-Khattab).
  • Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
  • Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
  • Zainab Binti Jahsy.
  • Maimunah Binti Harith.
  • Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
  • Zainab Binti Khuzaimah (digelar ‘ Ummu Al-Masakin ‘ ; Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
  • Qasim
  • Abdullah
  • Ibrahim
  • Zainab
  • Ruqaiyah
  • Ummi Kalthum
  • Fatimah Al-Zahra

ANAK TIRI RASULULLAH SAW
Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika menikah dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

SAUDARA SUSUAN Rasulullah SAW
Halimah Al-Saidiyyah
Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Mutallib
Abdullah bin Harith bin Abdul ‘Uzza
Syaima ‘ binti Harith bin Abdul ‘Uzza
‘Aisyah binti Harith bin abdul ‘Uzza

Paman dan Bibi RASULULLAH SAW (ANAK-ANAK dari ABDUL MUTTALIB)
  • Al-Harith
  • Muqawwam
  • Zubair
  • Hamzah ***
  • Al-Abbas ***
  • Abu Talib
  • Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
  • Abdul Ka ‘ bah
  • Hijl
  • Dhirar
  • Umaimah
  • Al-Bidha (Ummu Hakim)
  • Atiqah ##
  • Arwa ##
  • Umaimah
  • Barrah
  • Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***
*** Sempat masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Mari kita hayati Sabda Rasulullah SAW (yang bermaksud) ini :
Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai aku nescaya dia bersama-samaku di dalam syurga.” (Riwayat Al-Sajary daripada Anas). Ingatlah bahwa sistem hidup Islam itulah sunnah Baginda saw.

Nabi Muhammad SAW - Manusia agung NABI MUHAMMAD S.A.W. secara lahiriahnya, begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bersua muka dengan Baginda lantas melafazkan keIslaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:


  • Aku melihat cahaya dari lidahnya.
  • Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari terbit.
  • Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
  • Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
  • Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
  • Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya seperti bulan purnama.
  • Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
  • Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
  • Wajahnya seperti bulan purnama.
  • Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
  • Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
  • Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
  • Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
  • Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
  • Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
  • Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
  • Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
  • Janggutnya penuh dan tebal menawan.
  • Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.
  • Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
  • Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
  • Rambutnya sedikit ikal.
  • Rambutnya tebal kadang-kadang menyentuh pangkal telinga dan kadang-kadang mencapai tapi disisir rapi.
  • Rambutnya terbelah di tengah.
  • Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur dari dada ke pusat.
  • Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih drpd biasa.
  • Seimbang antara kedua bahunya.
  • Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar dan tersusun dgn cantik..
  • Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
  • Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
  • Kakinya berisi, tapak kakinya sangat licin sehingga tidak melekat air.
  • Terlalu sedikit daging di bagian tumit kakinya.
  • Warna kulitnya tidak putih seperti kapur atau coklat tapi campuran coklat dan putih.
  • Warna putihnya lebih banyak.
  • Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
  • Warna kulitnya putih tapi sehat.
  • Kulitnya putih lagi bercahaya.
  • Bentuk badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kukuh.
  • Badannya tidak gemuk.
  • Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi tampan.
  • Perutnya tidak buncit.
  • Badannya cenderung kepada tinggi, ketika berada di kalangan orang banyak baginda kelihatan lebih tinggi daripada mereka.

KESIMPULAN
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik teladan. sepanjang zaman. Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia. Kita mestilah menjadikan Rasulullah SAW sebagai idola dan contoh ikutan. Banyakkan berselawat ke atas Baginda SAW. Semoga baginda memberikan syafa’atnya kepada kita semua di akhirat, insyaAllah.

Marilah kita mencintai dan membela Allah dan RasulNya, kejarlah kasih sayang dan keredhaan Allah dan Rasul. Larilah dari mencari cinta manusia kepada menagih cinta dari yang layak memberi cinta. Kita jadikan Allah dan Rasulullah saw sebagai tujuan kita bersama nanti kita akan disatukan diatas saf dan jalan kebenaran di akhir zaman. Tak usah kita gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi kita di dunia. Tapi gelisah dan bimbanglah takut dibenci Allah karena jika itu terjadi tiada lagi yang akan mengasihi kita di akhirat. Ya Allah selamatkanlah kami!!!

Sumber: http://suaramuhajirin313.blogspot.com/2014/01/biodata-rasulullah-saw-manusia-agung.html

Minggu, 07 Juli 2013

Analisa Politik Jatuhnya Ikhwanul Muslimin di Mesir

Berikut ini tulisan dari seorang kawan saya tentang analisa kudata di Mesir:
================
Pada tahun 2013, Ikhwanul Muslimin menang pemilu dengan 50% lebih sedikit. Secara kasar,
bangsa mesir ini terbagi 2, yg separuh jenis islamis, yang separuhnya lagi jenis sekuler, yang masih suka nari perut / nonton tari perut di atas kapal diatas sungai Nil. Yang sekuler ini kalau ditanya agamanya pun Islam juga, cuma cara hidupnya memang masih jauh dari Islam.

Jadi kalau Ikhwanul Muslimin naik, apalagi jadi presiden, yang empet dan nggak suka itu banyak. Yang sekuler ini sudah enak dan nyaman dengan cara hidup seperti itu. Jadi yang ngga suka ini, di backup dan di dorong oleh Amerika, Israel dll, pasti nggak akan tinggal diam, akan bikin perancangan macam-macam.

Jadi pelajaran yang bisa diambil, sekedar dapat pemerintahan saja , kalau memang itu cita-cita kita, tidak menyelesaikan masalah. Kita tidak hidup di ruang vakum yang tidak ada gangguan. Dalam realitas, kita akan berhadapan dengan macam-macam. Ada musuh, ada org yang tidak faham, ada yang tidak suka, ada yang munafik sebentar ikut sana sebentar ikut sini, ada yang mau ngambil
kesempatan dll.

Kalaulah ada orang yg berfikir bahwa kita mesti dapat kuasa untuk menyelesaikan masalah negara, kasus Ikhwanul Muslimin di Mesir ini bisa jadi contoh, bahwa yang kita kira kekuasaan itu rupanya bukannya ada kekuatan apa-apa. Digebuk musuh sedikit sudah ambruk. Dan ini bukan yang pertama kali. FIS di Aljazair sudah mengalami, pemilu putaran pertama menang mayoritas, sebelum putaran
kedua digebuk militer yang dibackup Barat/Perancis. Habis. Akhirnya jadi gerakan militan, bom sana sini. Makin habis. Orang makin ngga simpati. Hal ini insyaAllah akan terus terjadi kalau jalan yang sama masih juga dipakai..

Jadi apa solusinya ? Kalau dibilang bahwa barat memang ngga akan membiarkan Islam naik, ya kita tidak  dapat marah-marah karena itu. Dia memang ngga suka, ya hak dia untuk menghalang.. Jelas terbukti bahwa tindakan marah-marah nggak bisa dipakai, tindakan militan / teror juga ngga bisa dipakai..  Mau perang juga kalah senjata .. ngga pernah menang juga kan ??

Jadi mau apa sekarang ?

So, Kita perlu kuasa yang sebenarnya,..... Kita perlu di backup oleh kekuasaan yang sebenar2nya.

Sejarah sudah membuktikan, yang pernah mengalahkan imperium besar (Romawi dan Persia ) ini cuma Nabi saja. Cuma kekuatan seorang Nabi yang bisa melakukan ini...

Kalau kita tidak berhasil mendapatkan saluran kekuatan dari Nabi Muhammad SAW, apalagi kalau musuh sudah berhasil menyusupkan keyakinan di hati kita bahwa Nabi Muhammad tidak bisa berperanan lagi, sudah mati, maka sebenarnya kita ngga ada harapan.

-=adnan=-


Menyambut Ramadhan

Dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, ada berbagai sikap manusia, di antaranya:
  1. Merasa susah, karena dalam bulan Ramadhan banyak hal yang tidak diperbolehkan dilakukan pada siang hari.
  2. Merasa senang karena dalam bulan Ramadhan banyak kemuliaan, banyak kemaafan, banyak amalan khusus. 
  3. Merasa susah, bukan karena tidak suka dengan bulan Ramadhan, tetapi karena takut tidak dapat menempuh bulan Ramadhan dengan baik, seperti dikemukakan dalam syair berikut ini:

Tuhan.. mengapa aku ini
Aku berlainan dari orang lain
Setiap kedatangan Ramadhan
Mereka menyambut dengan gembira
Mereka kelihatan ceria

Tapi aku berlainan
Kedatangan Ramadhan penuh duka
Bukan aku benci bulanMu
Yang penuh rahmat dan berkat

Tapi aku benci diriku
Aku bimbang RamadhanMu
Aku tidak mengisi sebaiknya
Aku rasa puasaku tidak sempurna
Ampunilah aku Tuhan
Aku rasa sembahyangku tidak sah
Terawih, bacaan Al Quran aku tidak sampai kemana

Tuhan..
Itulah yang menyelubungi hatiku
Setiap kali kedatangan Ramadhan
Adakah satu kesalahan
Ampunkan aku Tuhan
Maafkanlah aku Tuhan kalau itu satu kesalahan
Pimpinlah aku betulkan sikapku
Aku mohon keampunan dariMu Tuhan..

Referensi:

Sabtu, 15 Juni 2013

Demi Masa

Demi Masa

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
Demi masa sesungguhnya manusia itu dalam kerugian
Kecuali yang beriman dan yang beramal soleh
Dan berpesan-pesan dengan kebenaran
Dan berpesan-pesan dengan kesabaran