Friday, February 27, 2015

Siapakah 73 Golongan Akidah Dalam Islam


Rasulullah pernah bersabda bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan akidah dan hanya 1 saja yang benar. Nah siapakah golongan-golongan itu? Rasulullah memberikan beberapa petunjuk namun tidak menyebutkan dengan sangat detail, sehingga penafsirannya masih terbuka.

Berikut salah satu kutipan hadis tentang 73 firqah/golongan:
Dari Abi Hurairah Rda, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Telah berfirqah-firqah (golongan) orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah" (Hadits riwayat Imam Tirmidzi)
Salah seorang ulama yang mencoba membuat daftar 73 golongan tersebut adalah Mufti Syaikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar dalam kitabnya Bugyatul Mustarsyidin, pada halaman 398, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Cairo. Beliau menyebutkan bahwa 72 golongan (firqah) yang sesat itu pada intinya adalah 7 golongan saja, yaitu:
  1. Kaum Syi’ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali Karamallahu wajhahu. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, Radhiyallahu’anhum. Kaum Syi’ah kemudian berpecah menjadi 22 aliran.
  2. Kaum Khawarij yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina 'Ali Kw. bahkan ada di antaranya yang mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij kemudian berpecah menjadi 20 aliran.
  3. Kaum Mu’tazilah, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihar dengan mata dalam syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi & Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lain-lain. Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.
  4. Kaum Murji’ah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma’siyat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfa’at kalau kafir.
  5. Kaum Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.   
  6. Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa, manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaba tidak sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.
  7. Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk 1 di kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya.  Kaum ini hanya 1 aliran saja.
Dari 7 kelompok tersebut, jumlah totalnya adalah sebagai berikut:
  1. Kaum Syi'ah         22 aliran.
  2. Kaum Khawarij         20 aliran.
  3. Kaum Mu’tazailah         20 aliran.
  4. Kaum Murjiah        5 aliran.
  5. Kaum Najariah        3 aliran.
  6. Kaum Jabariah        1 aliran.
  7. Kaum Musyabihah         1 aliran.
Jumlah:              72 aliran.

Jika 72 ini ditambah dengan 1 aliran lagi yaitu paham kaum Ahlusunnah Wal Jamaah / Sunni maka total menjadi 73 firqah, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Demikianlah daftar golongan akidah menurut Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur. Beliau wafat pada tahun 1320 H, atau 1902 M. Jika kita membuat studi serupa dengan kasus di zaman ini, masih ada kemungkin akan ada perbedaan di sana-sini karena sejak 1320H/1902M banyak muncul golongan-golongan baru yang menyimpang.

Rujukan



Buku I'tiqad Ahlusunnah Wal Jamaah karangan K.H. Siradjuddin Abbas

Rasulullah pernah menyatakan bahwa setelah kepergian beliau umat Islam akan berpecah kepada banyak golongan, dan hanya 1 golongan saja yang benar. Perpecahan yang dimaksud ini adalah perpecahan di bidang aqidha/i'tiqad/ keyakinan, bukan sekedar fiqih/syariat. Perbedaan dalam syariat dibenarkan asalkan ada dalilnya, misalnya saat ini ada 4 mazhab besar fiqih dalam Islam (Maliki, Syafi'i, Hanafi, Hambali), yang ke-4 nya berbeda namun semuanya dibenarkan untuk diamalkan.

Salah-satu rujukan yang membahas keyakinan Islam Sunni serta perbedaannya dengan keyakinan lain adalah buku karangan K.H. Siradjuddin Abbas berjudul 'I'tiqad Ahlusunnah Wal Jamaah'.

Berikut ini cover depan, cover belakang dan daftar isi dari buku tersebut.

Sampul depan buku I'tiqad Ahlusunnah Wal Jamaah

Sampul belakang buku I'tiqad Ahlusunnah Wal Jamaah

Berikut ini adalah daftar isi buku 'I'tiqad Ahlussunah Wal Jamaah" karangan K.H. Siradjuddin Abbas.
  1. Keterangan umum     | 
  2. I’tiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah 
  3. Daftar ringkas i’itiqad kaum Ah-lussunnah wal Jama’ah
  4. Sejarah ringkas paham Syi'ah       
  5. I’itiqad kaum Syi’ah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah     
  6. Sejarah ringkas Paham Khawarij       
  7. I’itiqad kaum Khawarij yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  8. Sejarah ringkas Paham Murjiah
  9. I'itiqad kaum Murjiah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  10. Seiarah ringkas paham Mu’tazilah
  11. I’itiqad kaum Mu’tazilah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  12. Sejarah ringkas paham Qadariyah
  13. I’itiqad kaum Qadariyah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  14. Sejarah ringkas paham Jabariyah      
  15. I’itiqad kaum Jabariyah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  16. Sejarah ringkas paham Najariyah
  17. I’itiqad kaum Najariyah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  18. Sejarah ringkas faham Musyabbihah
  19. I’itiqad kaum Musyabbinh yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah wal Jama’ah
  20. Sejarah Ringkas Paham lbnu Taimiyah
  21. Fatwa-fatwa Ibnu  Taimiyah yang bertentangan dcngan fatwa-fatwa kaum Ahlussunnah wal jama’ah
  22. Sejarah ringkas paham Wahabi
  23. I’itiqad kaum Wahabi yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah waljama’ah
  24. Sejarah ringkas aham Bahaiyah
  25. I'tiqad kaum Bahaiyah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah waljama'ah
  26. Sejarah ringkas paham Ahmadiyah
  27. I’itiqad kaum Ahmadiyah yang bertentangan dengan i’itiqad kaum Ahlussunnah waljama’ah
  28. Jadwal kesimpulan perbedaan i’itiqad yang sangat prinsipil antara kaum Ahlussunnah wal Jama'ah dengan firqah-firqah lain
  29. Kitab-kitab penting dalam lingkungan kaum Ahlusunnah wal Jama'ah
  30. Penutup


Dari sampul belakang:

Buku ini sengaja ditulis dengan tujuan membukakan pintu hati bagi para pembaca umat Islam untuk mengetahui dan lebih memahami lagi aqidah Ahlussunah wal Jamaah. Suatu aliran atau faham yang paling banyak dianut oleh umat Islam Indonesia.
Pembahasan dalam buku ini tidak terbatas hanya sekitar faham Ahlussunah Wal Jamaah saja, tapi juga dibahas aliran-aliran / firqah - firqah lain seperti faham : Syi’ah, Khawarij, Murjiah, Mu'tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Najariyah, Musyabbihah, fatwa-fatwa Ibnu Taimiyah , Wahabiyah, Bahaiyah dan Ahmadiyah dibahas seluas-luasnya dengan satu tujuan menghilangkan kesimpangsiuran faham yang beredar di umat Islam selama ini.

Dengan membaca buku ini masyarakat/umat Islam akan tahu perbedaan dan pertentangan antara firqah-firqah tersebut diatas dengan aqidah Ahlussunah Wal Jamaah.
Dengan demikian diharapkan setelah memahami isi buku ini kia bisa mengorekst cMri dan menemukan faham yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

Buku ini banyak tersedia di toko buku Islam, terutama yang fokus ke Sunni/Ahlusunnah Wal Jamaah. Saya sendiri mendapatkan buku ini di toko buku online Al Barokah.

Saturday, January 24, 2015

Istilah Makanan Mengandung Babi

Berikut ini beberapa istilah bahasa Inggris untuk babi yang terdapat dalam makanan:
  • Pig: hewan babi, khususnya babi muda dengan berat kurang dari 50 kg 
  • Pork: daging babi
  • Swine: istilah untuk seluruh spesies babi
  • Hog: babi dewasa dengan berat melebihi 50 kg
  • Boar: babi liar, babi hutan, atau celeng
  • Lard: lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan atau kue serta bahan sabun
  • Bacon: daging hewan yang diasapi, terutama babi
  • Ham: daging paha babi yang telah diawetkan
  • Sow: babi betina dewasa (jarang digunakan)
  • Sow milk: susu babi
  • Porcine: sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi
Berikut ini beberapa istilah Asia untuk babi dalam makanan:
  • Bak: Daging babi dalam Bahasa Tiongkok. Misalnya bak kut teh dan bakkwa. Hati-hati, bakso dan bakpaopun bisa menggunakan daging babi.
  • Char siu, chashu, cha siu, char siew: Hidangan Kanton berupa daging babi barbecue.
  • Cu nyuk: Daging babi dalam Bahasa Khek/Hakka. Istilah ini digunakan dalam siomay dan bubur.
  • Cu Rou: Daging babi dalam Bahasa Mandarin. Sedangkan rou sendiri artinya 'daging'. Misalnya hongshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.
  • Dwaeji: Daging babi dalam Bahasa Korea. Biasanya istilah ini digunakan sebagai varian bulgogi dan galbi.
  • Tonkatsu: Hidangan Jepang berupa ​irisan ​daging babi ​yang di​goreng ​dengan lapisan tepung panir​.
  • Tonkotsu: Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi yang direbus berjam-jam.
  • Butaniku: Sebutan untuk daging babi dalam bahasa Jepang​.
  • Yakibuta: Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya untuk topping ramen.
  • Nibuta: Hidangan babi berupa pundak babi yang dimasak perlahan dengan sedikit kuah.
  • B2: Sebutan untuk makanan berbahan daging babi di daerah Batak dan Yogyakarta.
  • Khinzir: Babi dalam Bahasa Arab dan Melayu 
Semoga kita semakin berhati-hati dalam membeli makanan supaya terhindar dari mengkonsumsi makanan yang mengandung babi.
Sumber 

Saturday, January 10, 2015

Riya'

Riyak berasal dari perkataan arab iaitu ‘ro’a’ yang bermaksud melihat. Maka riya’ pula bermakna memperlihatkan.  Dalam istilah Islam pula bermakna menunjuk-nunjuk dalam melakukan sesuatu amalan, beramal kerana mengharapkan sesuatu balasan duniawi, yang dilakukan secara tidak ikhlas dan penuh kepalsuan.

Riyak bermaksud sifat untuk menarik pandangan orang dengan menampakkan pelbagai amalan baik yang dilakukan semata-mata menginginkan pujian, pangkat atau kedudukan.  Melakukan sesuatu ibadah untuk menunjuk-nunjuk kepada manusia bahawa dia seorang yang rajin beribadah dengan tujuan ingin mendapat pujian manusia, pangkat atau harta daripada segala manfaat dunia.

Riyak berlaku hasil dari hati yang TIDAK IKHLAS. Iblis dan Syaitan menjalankan kerja-kerja menghiasi amalan-amalan kita dengan sifat riyak agar kita mudah menjadi terkenal dengan habuan dunia yang menyeronokkan dan sementara.  Itulah di antara janji-janji Iblis yang penuh dengan kepalsuan.

Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi S.a.w, baginda bersabda, “Tidak akan masuk syurga barangsiapa yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji zarah (atom) sekalipun.” Hadith Riwayat Muslim

Riyak dikategorikan sebagai syirik kecil adalah antara perkara yang paling ditakuti oleh Nabi SAW menimpa umatnya kerana syirik ini sangat halus dan kurang disedari oleh manusia yang melakukan ibadah. Dosa syirik tidak diampunkan Allah (secara automatik) maka hendaklah bertaubat nasuha agar diampuni dosa ini.

Kenapa riyak dikatakan syirik?Kerana kita meletakkan manusia setaraf dengan Allah. Sepatutnya sembahyang kita dan segala ibadah kita hanya kepada Allah tetapi kita lakukan kerana manusia. Maka kita letakkan manusia setaraf dengan Allah pada ibadah. Sebab itu riyak dianggap sebagai perbuatan syirik.

Ketahuilah bahawa riyak ini sebagai contoh adalah usaha oleh dirimu sendiri untuk mencari kedudukan di hati orang lain agar dihormati, disegani dan dipuji serta dipuja yang bertujuan untuk menampakkan dirinya kepada orang lain agar diketahui kehebatannya, kebaikannya, perjuangannya, dan amalnya. Betapa ramai manusia binasa dengan nafsu  rasa ingin dipuja ini. Mereka lupa bahawa apa yang mereka ada itu adalah kerana izin ALLAH SWT.. Jika ALLAH mengatakan TIDAK! Maka tiada satu pun pada mereka.

Mereka gemar melakukan perbuatan-perbuatan amal seperti solat dan sebagainya ini adalah semata-mata kerana riyak iaitu ingin mendapatkan pujian semata-mata. Riyak adalah mengharapkan keduniaan semata-mata dan bagi menjaga status dirinya dengan melakukan amal-amal kebaikan untuk mendapat pujian. Antara contoh-contoh riyak adalah :
1-      Melakukan amal soleh dan berakhlak mulia semata-mata mahu mendapat pujian dari masyarakat.
2-      Memakai pakaian yang zuhud padahal dirinya bukan orang yang zuhud dalam hatinya.
3-      Berpura-pura benci kepada keduniaan padahal ia menyesal jika terlepas melakukan perkara yang menguntungkan.
4-      Melakukan amal solat dan sedekah jika dilihat orang.

Ada juga segelintir orang, status terkini di facebook dan di blog-blog gemar diisi dengan menceritakan diri sendiri telah melakukan kebaikan itu, kebaikan ini,berpuasa,qiamullail, bersedekah, hebat itu dan ini dan sebagainya. Tidak salah untuk menunjukkannya agar orang lain turut mengikuti, namun Islam menganjurkan agar merahsiakan segala amalan baik kerana takut perasaan riyak akan timbul.Rasulullah s.a.w bersabda mafhumnya, “Serendah-rendah riyak adalah syirik.“


Nabi Muhammad Saw berkata : Aku tidak bertanggung jawab kepada orang-orang yang bersifat Riya’
Nabi Muhammad Saw berkata dalam hadistnya yang mulia :
Siapa orang yang berpuasa hanya ingin di lihat orang maka itu adalah Riya’,
Siapa orang yang sholat hanya ingin di lihat orang maka itu adalah Riya’,
Siapa orang yang bersedekah hanya ingin di lihat orang maka itu adalah Riya’.( Al Imam Ahmad )



Sepertimana firman Allah Ta'ala;
Maka weil (satu lembah di dalam neraka jahannam disediakan) bagi orang-orang yang sembahyang tetapi lalai iaitu mereka yang riyak (menunjuk-nunjuk).-Surah Al-Mauun Ayat 4-

Jika bagi mereka yang sembahyang pun masih lagi dijanjikan neraka weil jika dia lalai daripada mengingat Allah apatahlagi bagi mereka yang meninggalkan sembahyang.

Sembahyang dan ibadah yang banyak dilakukan oleh seseorang itu kalau tidak dapat dihayati maka rasa kehambaan pada seseorang itu tidak akan lahir. Rasa bertuhan tidak akan timbul. Maka ibadah yang semacam ini bukan sahaja tidak dapat melahirkan orang yang merendah diri dan berkasih sayang tetapi akan lahir daripada sembahyang dan ibadahnya yang banyak itu sifat-sifat sombong dan riyak, sum'ah dan ingin dipuji, rasa diri bersih dan tidak takut dengan Tuhan. Oleh itu sembahyang dan ibadah yang sepatutnya menghubungkan diri seseorang hamba dengan Khaliqnya atau Tuhan, sebaliknya telah menjadi hijab seseorang hamba itu dengan Tuhannya. Dosa seperti inilah biasanya seseorang itu mati tidak berampun kerana dia tidak tahu atau tidak merasa membuat dosa. Akhirnya manusia itu mati di dalam suasana su'ul khatimah kerana dia rasa dia membuat baik bukan membuat dosa dan derhaka. Rupanya dia membuat dosa di atas saluran yang baik. Membuat dosa dan derhaka di dalam berbuat taat. Lahirnya nampak taat tapi batinnya derhaka.Mereka bersembahyang dan beribadah bukan untuk memusnahkan mazmumah tapi dengan ibadah itulah dia menyuburkan mazmumah.

Yang sebenarnya hakikat semuanya ini bermula dengan niat. Jika murni niatnya maka tiadalah menjadi masalah namun sekiranya ada kesamaran lebih baik dirahsiakan amalan-amalan baik ini supaya tidak rosak dan diredhai Allah.
Rasulullah s.a.w bersabda mafhumnya, “Amalan seseorang itu ditentukan oleh niatnya. Oleh itu, setiap orang mendapat apa yang diniatkannya. Itulah sebabnya, orang yang berhijrah kerana Allah dan rasulnya, hijrah itu adalah kepada Allah dan Rasulnya. Tetapi bagi sesiapa yang berhijrah dengan niat hendak mendapatkan keuntungan di dunia atau pun bagi mendapatkan isteri, dia mendapat apa yang diniatkannya semasa dia berhijrah.” Riwayat Bukhari dan Muslim.

Cara yang terbaik semestinya merahsiakan amalan baik kita agar ia terpelihara dari sifat riyak kerana ia akan menjadikan amalan baik kita sia-sia, serta turut menjatuhkan kita ke dalam golongan yang syirik. Biar Allah saja mengetahuinya kerana niat kita beribadah hanya untuk mencari keredhaanNya.

Firman Allah Taala, mafhumnya:“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebahagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.” Surah As Syuura : Ayat 20

Sumber:

Friday, January 9, 2015

Sifat-sifat Hati Manusia

Manusia terdiri dari badan fisik dan badan batin. Dalam badan batin (hati) ini selalu terjadi pergolakan antara kebaikan dan kejahatan.

Dalam hati manusia  terdapat sifat-sifat yang baik (mahmudah) dan sifat-sifat yang buruk (mazmumah).

Berikut ini daftar sifat-sifat baik pada hati manusia:
  1. Jujur
  2. Ikhlas
  3. Tawadhuk (merendahkan diri, tidak menonjolkan kelebihan diri)
  4. Amanah (menjalankan hal-hal yang dititipkan)
  5. Taubat
  6. Sangka baik 
  7. pemaaf 
  8. Pemurah
  9. syukur
  10. Zuhud, maksudnya tidak terpengaruh oleh dunia. Mendapatkan dunia dalam jumlah banyak atau sedikit hatinya sama saja tidak terpengaruh.
  11. Tolak ansur (tenggang rasa/empati) 
  12. Sabar 
  13. Redha 
  14. Berani 
  15. lapang dada 
  16. lemah lembut 
  17. kasih sayang 
  18. selalu ingat mati 
  19. Tawakal 
  20. Takut Allah
Berikut ini daftar sifat-sifat buruk pada hati manusia:
  1. Riya' (Riya’ berasal dari perkataan arab iaitu ‘ro’a’ yang bermaksud melihat. Maka riya’ pula bermakna memperlihatkan.  Dan dalam istilah Islam pula bermakna menunjuk-nunjuk dalam melakukan sesuatu amalan, beramal kerana mengharapkan sesuatu balasan duniawi, yang dilakukan secara tidak ikhlas dan penuh kepalsuan. Contohnya menyempurnakan ibadat dengan tujuan mendapat pujian serta perhatian orang lain).
  2. Ujub (Ujub terjadi apabila seseorang itu merasa kagum akan kelebihan dan kebolehan yang diberikan llahi kepada dirinya, di mana kebiasaaanya kelebihan dan kebolehan itu menjadikan dia kelihatan istimewa jika dibandingkan dengan orang lain.)
  3. Sum’ah (Kata sum’ah berasal dari kata samma’a (memperdengarkan).Contoh : Malam solat tahajud pada siang harinya menceritakan kepada rakannya bahawa malam tadi dia telah melaksanakan solat tahajud supaya rakannya tahu bahawa dia seorang yang alim.)
  4. Takabur atau sombong
  5. Hasad dengki, maksudnya adalah tidak senang dengan kelebihan yang diterima orang lain.
  6. Pemarah
  7. Dendam
  8. Bakhil / Pelit.Segan membelanjakan hartanya di jalan Allah
  9. Penakut
  10. Cinta dunia
  11. Gila pangkat
  12. Gila pujian
  13. Jahat sangka / berprasangka buruk terhadap orang lain
  14. Putus asa
  15. Tamak / rakus
Bacaaan

Umur Umat Islam Dan Umur Pemerintahan Islam

Menurut PBB, penduduk bumi sudah mencapai 7 milyar. Jumlah ini dianggap terlalu banyak, sampai ada orang yang sibuk menganjurkan orang supaya tidak punya anak lagi.

Namun demikian, sebenarnya ada isu lain yang lebih penting bagi umat Islam, yaitu isu "umur umat Islam 1500 tahun", dihitung sejak tahun 622M. Periode 1500 tahun dalam kalender Hijriah kurang lebih sama dengan 1450 tahun dalam kalender Masehi. Jadi kalau ini benar, umat Islam akan ada di muka bumi sampai dengan tahun 622+1450 = 2072M. Hmm, berapa ya penduduk bumi di tahun 2072? . Pada tulisan ini saya ingin meninjau umur umat Islam dari sisi lain, yaitu dari fase pemerintahan Islam di muka bumi.

Dalam Islam, adanya pemerintahan sesuai syariat adalah kewajiban yang sifatnya fardhu kifayah. Pada saat ini di muka bumi sudah lama tidak ada pemerintahan Islam sejak tahun 1924, sehingga orang awam kalau ditanya tentang pemerintah Islam kebanyakan tidak paham. Kekosongan pemerintahan Islam di muka bumi sudah dikabarkan oleh Nabi akhir zaman dalam hadis tentang fase-fase pemerintahan Islam di muka bumi sebagai berikut:
Artinya: “Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (Zaman Fitnah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (Zaman Diktator) dan berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.” (Riwayat Ahmad)
Berdasarkan hadis di atas, dan hadis-hadis lain serta fakta-fakta sejarah, urutan adanya pemerintahan Islam dapat dituliskan sebagai berikut:

Jika kita anggap, misalkan Imam Mahdi memerintah mulai pada tahun 2012, maka beliau akan memerintah sampai dengan tahun 2042/2052. Setelah itu akan dilanjutkan oleh pemerintahan Nabi Isa dan Al Qahtani, yang tidak disebutkan berapa lama. Setelah itu seluruh umat Islam akan dimatikan secara serentak di muka bumi yang berarti adalah akhir umur umat Islam. Setelah itu di muka bumi hanya akan ada orang bukan Islam, dan dunia tinggal menunggu datangnya kiamat. Jika dibandingkan dengan tahun 2072 sebagai akhir umur umat Islam, nampaknya masih berdekatan dengan kajian hadis tentang Imam Mahdi.

Kesimpulan

Jika Imam Mahdi muncul dalam waktu dekat ini, maka kajian tentang umur umat Islam 1500 tahun akan sesuai dengan hadis-hadis tentang fase pemerintahan Islam. Masalahnya sekarang tinggal: kapan Imam Mahdi muncul ?

Referensi

Teks Nasyid Lau Kana Bainana

Berikut ini uraian teks sebuah lagu/nasyid yang menggambarkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Teks Puisi Pembukaan
يا ربي قد غفلنا وكلنا طمع Wahai Tuhanku, kami telah lalai lupa, Namun setiap orang daripada kami tetap tamakkan, yaa rabii qad ghafilna wa kuluna thoma'un
في عفو Keampunan-Mu, fii 'afuuin
و في كر م dan sifat pemurah-Mu wa fii karomin
و في ا عتا ق dan kebebasan daripada neraka-Mu, wafii 'ataaqi
و جنة مع سيد ا لبثر Dan juga syurga, yang dimasuki bersama-sama penghulu seluruh manusia. wa jannati ma'asaidil basyar
ند عو ك Kami mohon pada-Mu... nada'u ka
ند عو ك ر بي من ا لا عما ف Mohon dengan sangat, wahai Tuhanku,
Dari sudut hati kami yang paling dalam.
nada'u ka rabbi minal 'amaaqi
Teks Lagu
لو كان بيننا الحبيب Kalau Kekasih (Nabi) bersama kita If the beloved (saw) were among us lau kana bainana al habib
لدينا القاصى والقريب Akan berdatanganlah kepada kita yang jauh dan yang dekat Those from far & near will come to him (saw) la dana alqasii wal qariib
من طيبة قبل المغيب Ke Madinah sebelum senja Hoping to see the sun of goodness before it sets min thaibatin qabl al maghiib
طالبا قرب الحبيب Karena hendak dekat dengan Kekasih Desiring to be near to Him (saw) thaliban qurbal habiib
بقربه نفس تطيب Bersamanya nafsu menjadi baik In this company the soul feels great fi qurbihi nafsu thathiib
فتدع الله يجيب Dan berdoalah kepada Allah, akan dijawabNya On that moment If it prays to Allah, Allah will surely answer wa tad'u allaha fa yujiib
انوار طاح لا تغيب Cahayanya mekar takkan padam The light of Taha (saw) will not cease to exist anwaru thaha la taghiib
بلغنا لقاه يا مجيب Sampaikanlah pertemuan kami wahai yang Maha Menjawab Oh Ya Allah who answers prayer, please fulfill our hope to meet him (saw) baliighna liiqahu ya mujiib
هد اكو ن الر حيب Hidayahmu kepada alam merata meluas, hudaka alkaunu rohiib
ر حمة الها دي القر يب Tanda hampirnya kasih sayang Tuhan pemberi hidayah, rahmatal hadiil qoriib
حد يثك النهر العذ يب Hadith-hadithmu ibarat sungai mengalir jernih, haditsuka nnahurul adziib
جوارك الغصن الرطيب Berada di sisimu bagaikan dahan yang tumbuh segar dan basah. jiwarukal ghushnurrathiib
فدتك روحي يا حبيب Untukmu kuserahkan diri aku wahai Kekasih I am willing to sacrifice my life for you fadatka ruuhi ya habiib
محمد مكرم الغريب Muhammad yang memuliakan orang asing Oh beloved (saw) Muhammad saw honor of strangers muhamadun mukriimal ghariib
بقربك الروح تطيب Dengan dekat denganmu hati menjadi tenang In your company the soul feels great bi qurbika rruhu tathiib
يا رحمة للعالمين Wahai rahmat sekalian alam Oh mercy to all the worlds (saw) ya rahmatan lil alamiin 
ياحبيبي يا محمد Wahai kekasihku Muhammad Ya Habibi Ya Muhammad
ياطبيبي يا ممجد Wahai penawarku yg dimuliakan Ya Thobibi Ya Mumajjad
انت ذوالفضل المؤيد Kau yang memiliki segala kelebihan Anta zul-Fadhlil muayyad
جل من صلى عليك Kemuliaan bagi mereka yg berselawat ke atas mu Jalla man sholla 'alaik

Sumber

Komentar

http://www.youtube.com/watch?v=jVEU6LLqSLM
If the beloved were among us
Those from far & near will come to him
Hoping to see the sun of goodness before it sets
Desiring to be near to Him
In His company the soul feels great
On that moment If it prays to Allah, Allah will surely answer
The light of Taha will not cease to exist
Oh You who answers prayer please fulfill our hope to meet him
I am willing to sacrifice my life for you
Oh beloved
Muhammad honor of strangers
In your company the soul feels great
Oh mercy to all the worlds (s.a.w)