Perkara-perkara yang wajib diyakini berkaitan dengan Iman dikenal sebagai Rukun
Iman, yang meliputi:
- Keyakinan kepada ALLAH dan sifat-sifatNya baik sifat-sifat yang wajib,
sifat-sifat yang mustahil dan juga sifat-sifat yang boleh.
- Keyakinan kepada para rasul dan sifat-sifatnya.
- Keyakinan kepada kitab-kitab yang pernah diturunkan oleh Allah seperti
Al Quran, Zabur, Injil dan Taurat.
- Keyakinan kepada para malaikat.
- Keyakinan kepada akhirat yang meliputi Syurga dan Neraka serta perkara-perkara
lain yang merangkumi perkara di alam ghaib.
- Keyakinan kepada Qadha dan Qadar ALLAH.
Uraian tentang iman dalam Ahlusunnah Wal Jamaah telah disusun oleh
Imam
Abu Hasan Al-Asyari.
Keyakinan Dengan Allah
Uraian tentang ketuhanan ini telah disusun oleh
Imam Abu Hasan Al-Asyari
dan dikenal sebagai "Tauhid Sifat 20". Dari sifat-sifat Allah yang
sempurna dan tak berhingga itu yang wajib diketahui secara ringkas oleh setiap
orang Islam yang sudah baligh dan berakal adalah :
- 20 sifat yang wajib (mesti ada ) pada Allah
- 20 sifat yang mustahil (tidak mungkin ada) pada Allah
- 1 sifat yang mubah (boleh ada-boleh tidak) pada Allah
Adapun sifat yang 20 yang mesti ada dan yang 20 mustahil pada Allah itu adalah
:
- Wujud : Allah itu ada, mustahil Allah tidak ada.
- Qidam : Allah tidak berpermulaan ada-Nya. Mustahil Ia berpermulaan ada-Nya.
- Baqa : Allah kekal selama-lamanya, mustahil Ia akan lenyap (habis)
- Mukhalafatuhu Lil Hawaditsi : Allah berlainan dengan sekalian makhluk, mustahil
Ia serupa dengan makhluk yang Ia ciptakan.
- Qiyamuhu Binafsihi : Allah berdiri sendiri dan tidak memerlukan pertolongan
pihak lain, mustahil memerlukan pertolongan pihak lain.
- Wahdaniah : Allah Allah Maha Esa, mustahil Ia banyak (berbilang).
- Qudrat : Allah berkuasa, mustahil Ia lemah (dhaif)
- Iradah : Allah menetapkan sesuatu menurut kehendak-Nya dan mustahil Ia dipaksa
oleh kekuatan lain untuk melakukan sesuatu
- Ilmu : Allah tahu seluruhnya, tahu yang telah dijadikan-Nya dan tahu yang
akan dijadikan-Nya, mustahil Ia tidak tahu.
- Hayat : Allah hidup, mustahil ia mati.
- Sama : Allah mempunyai sifat sama, yaitu mendengar, mustahil Ia tuli.
- Basyar : Allah melihat, mustahil Ia buta
- Kalam : Allah berkata, mustahil Ia bisu.
- Kaunuhu Qadiran : Allah tetap selalu dalam keadaan berkuasa, mustahil Ia
dalam keadaan lemah.
- Kaunuhu Muridan : Allah tetap selalu dalam keadaan menghendaki, mustahil
Ia dalam keadaan tidak menghendaki
- Kaunuhu 'Aliman : Allah tetap selalu dalam keadaan tahu, mustahil Ia dalam
keadaan tidak mengetahui
- Kaunuhu Hayyan : Allah tetap sealu keadaan hidup, mustahil Ia dalam keadaan
mati.
- Kaunuhu Sami'an : Allah tetap dalam keadaan mendengar, mustahil Ia dalam
keadaan tuli.
- Kaunuhu Basyiran : Allah dalam keadaan melihat, mustahil Ia dalam keadaan
buta.
- Kaunuhu Mutakalliman : Allah tetap dalam keadaan berkata, mustahil Ia bisu.
Sifat yang
boleh/mubah pada Allah adalah boleh membuat dan boleh pula tidak membuat
sekalian pekerjaan. Tidak wajib bagi Allah untuk menjadikan segala makhluk,
dan tidak wajib pula untuk meniadakan segala makhluk.
Keyakinan Dengan Para Rasul
Nabi dan rasul jumlahnya banyak sekali sampai 124,000 orang, dan rasul-rasul
itu ada 313 atau 315 orang. Nabi yang pertama sekaligus merupakan manusia yang
pertama yang Allah utus ke muka bumi adalah Nabi Adam. Nabi penutup, penghulu
sekalian nabi dan para rasul adalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Sesudah
Baginda, tidak ada lagi nabi dan rasul. Baginda adalah rasul bungsu untuk ummat
akhir zaman. Nabi-nabi dan rasul-rasul yang wajib diketahui adalah 25 orang,
yaitu seperti yang tersebut di dalam Al Quran sebagai berikut:
- Nabi Adam Alaihissalam
- Nabi Idris Alaihissalam
- Nabi Nuh Alaihissalam
- Nabi Hud Alaihissalam
- Nabi Shaleh Alaihissalam
- Nabi Ibrahim Alaihissalam
- Nabi Luth Alaihissalam
- Nabi Ismail Alaihissalam
- Nabi Ishaq Alaihissalam
- Nabi Yaqub Alaihissalam
- Nabi Yusuf Alaihissalam
- Nabi Ayub Alaihissalam
- Nabi Syuaib Alaihissalam
- Nabi Musa Alaihissalam
- Nabi Harun Alaihissalam
- Nabi Zulkifli Alaihissalam
- Nabi Daud Alaihissalam
- Nabi Sulaiman Alaihissalam
- Nabi Ilyas Alaihissalam
- Nabi Ilyasa Alaihissalam
- Nabi Yunus Alaihissalam
- Nabi Zakaria Alaihissalam
- Nabi Yahya Alaihissalam
- Nabi Isa Alaihissalam
- Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Diantara mereka dipililih 5 rasul Ulul Azmi, karena kesabaran mereka yang luar
biasa yaitu:
- Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
- Rasulullah Ibarahim Alaihissalam
- Rasulullah Musa Alaihissalam
- Rasulullah Isa Alaihissalam
- Rasulullah Nuh Alaihissalam
Rasul-rasul itu adalah manusia pilihan Allah. Mereka manusia seperti kita yang
menerima wahyu dari Allah dan memiliki sifat-sifat kerasulan. Ini yang membedakan
para rasul dengan manusia biasa. Mereka memiliki sifat-sifat yang wajib bagi
mereka yang wajib kita ketahui dan kita yakini. Selain itu ada sifat-sifat yang
mustahil bagi mereka dan ada satu sifat yang harus (
jaiz).
Sifat-sifat yang
wajib bagi para rasul adalah sebagai berikut:
- Siddiq (benar), mustahil pendusta.
- Amanah (dipercaya), mustahil khianat.
- Tabligh (menyampaikan), mustahil menyembunyikan
- Fathanah (bijak) mustahil dungu.
Adapun sifat yang
jaiz bagi para rasul
ialah sifat-sifat kemanusiaan yang tidak merendahkan darjat
kerasulannya. Umpamanya makan minum, tidur, kawin, bergaul dalam
masyarakat, menjadi imam dalam solat, menjadi jenderal dalam peperangan
dan lain-lain sebagainya.
Kitab-kitab Suci
Kitab suci yang wajib diketahui dan diyakini ada 4, yaitu:
- Kitab Suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihissalam.
- Kitab Suci Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud Alaihissalam.
- Kitab Suci Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa Alaihissalam
- Kitab Suci Al Quran yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah saw.
Semua kitab suci itu dari Allah dan isinya semuanya benar, tidak boleh ada
sedikitpun keraguan terhadapnya. Hanya kitab Taurat dan Injil yang ada ditangan
penganut-penganutnya sekarang ini yang tidak lagi menurut yang aslinya, sudah
banyak diubah oleh pendeta-pendetanya dulu, sehingga tidak dapat lagi dipercaya
isinya, demikian keyakinan ummat Islam.
Allah menerangkan hal ini di dalam Al-Quran dengan firmanNya yang bermaksud:
Sebahagian orang-orang Yahudi mengubah-ubah kitab sucinya dari keadaan
yang asli. (Annisa : 46).
Mengenal Malaikat
Wajib bagi setiap mukallaf mengenal malaikat-malaikat Allah secara tepat, mengenal
nama-namanya yang wajib diketahui, mengenal sifat-sifatnya serta mengenal tugas-tugasnya.
Pengenalan kita mesti dilandasi dengan ilmu yang memadai, dihayati, hingga terasa
di hati kita betapa Maha Kuasa Allah serta betapa maha sempurna dan maha hebat
pemerintahan Allah terhadap manusia dan alam semesta ciptaanNya.
Malaikat adalah makhluk halus, tidak berwujud fisik seperti manusia, binatang,
tumbuh-tumbuhan dan benda-benda fisik. Dijadikan dari nur atau cahaya. Hakikat
jasadnya, Allah Maha Tahu. Dengan izin Allah mereka dapat menyerupakan dirinya
menjadi seperti manusia dan lain-lain.
Malaikat tidak berjenis kelamin, tidak makan dan minum seperti manusia, tidak
tidur, tidak pernah istirahat dari melaksanakan tugas-tugasnya, melainkan senantiasa
taat setia kepada Allah, tidak pernah berbuat dosa dan kesalahan walaupun sekecil-kecilnya.
Malaikat-malaikat yang wajib kita kenali ada 10, mereka itu adalah sebagai
berikut:
- Malaikat Jibril , tugasnya adalah menyampaikan wahyu
kepada nabi-nabi dan para rasul. Terutama kepada Baginda Rasulullah SAW. Kadang-kadang
Malaikat Jibril itu datang menyerupai laki-laki yang gagah dan tampan dan
ada kalanya para sahabat pun mendengar dan menyaksikan ia berdialog dengan
Baginda.
- Malaikat Mikail , tugasnya dalam soal kesejahteraan manusia
seperti mengantar hujan, mengantar angin, soal kesuburan tanah dan kesuburan-kesuburan
lainnya.
- Malaikat Israfil , tugasnya dalam soal-soal yang berhubung
kait dengan qiamat, seperti meniup sangkakala tanda qiamat, meniup sangkakala
tanda manusia dibangkitkan di padang mahsyar dan lain-lain.
- Malaikat Izrail , tugasnya adalah mencabut nyawa dan
membawa nyawa itu kemana mestinya.
- Malaikat Munkar dan
- Nakir , tugas kedua-duanya adalah menyoal manusia yang
sudah mati di alam kubur. Datang dengan wajah yang seram dan menakutkan bagi
orang-orang yang mati membawa dosa dan hati yang tidak selamat. Dan sebaliknya
wajah yang mereka tampilkan akan sangat indah dan menyejukkan pada mereka
yang matinya husnul khatimah
- Malaikat Rakib , tugasnya adalah menuliskan amalan baik
manusia.
- Malaikat Atid , tugasnya adalah mencatat amalan jahat
manusia. Kedua-dua malaikat rakib atid itu senantiasa mengiringi manusia dimana
saja mereka berada dan kemana sana mereka pergi. Malaikat rakib atid itu merupakan
sekelompok malaikat yang jumlahnya sebanding dengan jumlah manusia sepanjang
zaman.
- Malaikat Malik , tugasnya adalah menjaga Neraka dengan
penampilan yang sangat menakutkan dan mengerikan bagi para penghuni Neraka.
- Malaikat Ridwan , tugasnya adalah menjaga Syurga dengan
penampilan yang sangat menyenangkan para penghuni Syurga.
Mengenal Akhirat
Berkaitan dengan hari Akhirat, ada beberapa perkara yang wajib kita ketahui
dan yakin, sebagai berikut:
- Tentang Kematian : Setiap makhluk yang bernyawa pasti
mati (Ali Imran : 185). Umur manusia sudah ada jangka waktunya yang telah
Allah tetapkan. Apabila waktu yang sudah ditetapkan (ajal) bagi seseorang
itu tiba maka pasti ia mati. Tidak ada seorangpun yang dapat melambatkan atau
menyegerakan. Setiap manusia pasti mati sesuai dengan ajal yang telah Allah
tetapkan.
- Alam Barzah : Diantara alam dunia dengan akhirat, adalah
satu alam yang disebut alam barzah atau alam kubur. Ia adalah satu alam yang
memisahkan antara alam dunia dengan alam akhirat. Di sini manusia yang sudah
mati diberi ruh kembali, sehingga sadar dengan segala peristiwa yang berlaku
di dalamnya.
- Yaumul Baats : Setelah hari akhirat tiba, ketika tidak
ada lagi seorang manusia pun yang hidup, maka waktu itu manusia dibangkitkan
kembali (Al Haj : 6-7), kemudian dikumpulkan di padang mahsyar.
- Yaumul Hisab : Setelah itu ditimbang amal bakti manusia
yang baik dan yang buruknya. Hari itu disebut hari hisab (yaumul hisab).
- Titian Siratul Mustaqim : Setiap manusia akan melalui
titian siratul mustaqim yang dibentangkan di atas Neraka, kecuali segolongan
orang-orang betaqwa yang dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab.
- Menerima Catatan Amal Baik dan Buruk : Orang-orang soleh,
setelah ditimbang amalnya, mereka menerima buku catatan amal dari sebelah
kanan, diberi gelar ashabul yamin, kemudian dimasukkan ke dalam Syurga. Adapun
orang-orang yang berdosa, yang timbangan amal jahatnya lebih berat daripada
amal baiknya, mereka menerima kitab catatan amal dari sebelah kiri, diberi
gelar ashabussyimal, kemudian dimasukkan ke dalam Neraka.
- Tentang Neraka : Orang-orang mukmin yang berdosa, yang
menerima catatan amal dari sebelah kiri, dimasukkan ke dalam Neraka, setelah
itu diangkat, kemudian dimasukkan ke Syurga. Tetapi orang-orang kafir dan
munafik, yang matinya tidak membawa iman, mereka kekal di dalam Neraka selama-lamanya.
- Tentang Syurga: Orang-orang bertakwa, tempat peristirahatannya
di sana adalah Syurga, sesuatu yang terlalu hebat tiada tandingnya. Masya
Allah, patah lidah untuk mengungkapnya. Tiada bahasa yang dapat menggambarkannya.Tiada
mampu mata pena untuk menuliskannya.
Bagi orang bertaqwa, hadiahnya bidadari-bidadari yang cantik jelita. Bukan
seorang tapi berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus orang. Nikmatnya tiada tolok
ukurnya di dunia. Selain itu semua, orang-orang bertaqwa, dengan rahmat dan
kasih sayang Allah mereka dapat melihat Allah (Al Qiyamah : 23). Inilah nikmat
yang maha besar dan tiada bandingnya di akhirat sana. Bukan Allah ada di sana,
tapi waktu itu kita dapat merasakan indah dan nikmatnya pertemuan agung itu.
Maha Besar dan Maha Suci Allah dari menyerupai makhluk.
Qadha & Qadar
Qadha ialah ketentuan atau hukum yang telah Allah tetapkan sejak azali bagi seseorang
atau sesuatu perkara, seperti sakit, sehat, miskin, kaya dan lain-lain. Segala
kejadian mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya sudah Allah
tetapkan sejak azali.
Adapun
qadar adalah rincian dan batasan-batasan ketentuan
yang telah Allah tetapkan sejak azali lagi.
Demikianlah secara ringkas mengenai akidah Ahlusunnah Wal Jamaah.