Showing posts with label hidayah. Show all posts
Showing posts with label hidayah. Show all posts

Tuesday, September 27, 2011

Penyebab Hidayah Hilang Dari Seseorang

Hidayah dan taufik kalau kita tidak pandai menjaganya akan diambil atau akan hilang dari kita. Di waktu itu kita akan hidup terombang-ambing. Tidak ada disiplin, tiada istiqamah, malas beramal, mudah melakukan maksiat, jiwa derita dan sengsara walaupun punya kekayaan yang banyak dan serba ada.
Di antara sebab-sebab hidayah dan taufik ditarik balik adalah sebagai berikut:
  1. Kita durhaka pada guru kita yang pernah memberi pengajaran kepada kita dan lari dari pimpinan guru. Di waktu itu kita kehilangan pemimpin. Maka hidup kita akan terombang-ambing tak tentu arah.
  2. Durhaka kepada orang tua, apabila kita sia-siakan kedua-duanya, kita biarkan ibu dan bapak kita tidak terurus dan terjaga. Apalagi kalau dia sampai marah atau rasa tidak senang dengan kita.
  3. Apabila jiwa kita telah terpengaruh dengan dunia, kita akan merasa tidak suka beribadah, atau mulai terasa berat mengerjakannya, maka perlahan-lahan akan luntur hidayah tersebut dan dengan halal dan haram mulai tidak dihiraukan sehingga perasaan takut kepada Tuhan perlahan-lahan dihapus dari hati kita hingga akhirnya hilang sama sekali.
  4. Menzalimi orang. Dengan sebab menzalimi, rasa takut kepada Tuhan sedikit demi sedikit dicabut. Selepas itu lalai akan datang. Malas beribadah. Kemungkaran dan maksiat sedikit demi sedikit sudah berani dibuat. Begitulah seterusnya hingga hanyut dan tenggelam di dalam maksiat.
  5. Mulai bergaul bebas dengan orang-orang yang tidak menjaga syariat. Kemudian bertambah merasa senang dengan kebebasan itu. Lalu kelepasan bertambah suka dengan perbuatan tersebut dan setelah itu langsung hanyut dalam arus kemungkaran dan maksiat. Perasaan takut dengan Tuhan pun lenyap.
Demikianlah beberapa perkara yang dapat menghapuskan hidayah dan taufik dari diri kita. Untuk itu hindarilah perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkan hidayah hilang, serta menjaga perkara-perkara yang dapat menjaga hidayah dan taufik dalam diri kita.

Referensi

Menjaga Hidayah Dan Taufik

17: Antara Sebab Seseorang Mendapat Hidayah.html
Telah diungkapkan bahwa hidayah adalah sesuatu yang mahal namun dapat hilang. Untuk itu perlu ada usaha-usaha untuk menjaga dan memelihara hidayah dan taufik agar kekal menjadi milik kita atau agar ia tidak hilang dari kita. Di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Kita harus bersyukur atas nikmat Tuhan yang paling berharga itu. Kita rasakan bahwa ia adalah nikmat dan pemberian yang tidak ternilai.
  2. Kita beristiqamah mengamalkannya dengan tekun serta penuh rasa takut dan cemas kalau Allah SWT mengambilnya kembali atau takut kalau Allah Taala tarik kembali.
  3. Mestilah selalu bermujahadah (berjuang melawan hawa nafsu) dengan penuh sabar. Terutama di waktu-waktu merasa malas hendak mengerjakan kebaikan dan terasa ringan ingin melakukan kemungkaran/kejahatan.
  4. Selalu bergaul dengan kawan-kawan yang baik. Karena sangat membantu kita dalam menjaga syariat kita di dalam kehidupan sehari-hari dan kita akan merasa bahwa kita ada kawan dalam berbuat kebaikan.
  5. Kalau kita memang orang yang ada pemimpin, jangan sampai terlepas dari pimpinan tesebut. Adanya pimpinan itu perlu karena kita akan sentiasa mendapat nasihat, pengajaran serta ilmunya yang diberi dari waktu ke waktu.

Referensi

Hidayah adalah sesuatu yang perlu dijaga

Hidayah dan taufik adalah merupakan hal-hal maknawi / rohaniah yang sangat berharga. Ibaratnya adalah seperti intan berlian dalam dunia fisik. Keduanya hal ini sangat berharga. Dalam dunia fisik, orang yang memiliki intan berlian dianggap orang kaya dan mulia. Begitulah orang yang memiliki hidayah dan taufik, ibaratnya memiliki intan berlian maknawi dan rohani, orang tersebut adalah orang yang kaya di sisi Allah. Ia telah mendapat segala-galanya. Siapa saja yang mempunyainya, hidupnya terpimpin. Akhlaknya mulia. Syariatnya terjaga. Imannya teguh dan bercahaya dan ia menjadi orang yang berbahagia.
Namun demikian perlu diingat juga bahwa hidayah dan taufik dapat hilang, seperti juga barang yang berharga duniawi seperti emas, intan, berlian. Oleh itu harus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya agar tidak hilang dari kita. Barang yang hilang dari kita, susah untuk mendapatkannya kembali melainkan kita terpaksa harus bersusah payah berusaha mencarinya semula. Kalau tidak ia akan tetap hilang dari kita untuk selama-lamanya.
Karena itu Allah SWT, mengingatkan kita di dalam sepotong ayat Al Quranul Karim yang berbunyi:
Artinya:
"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau gelincirkan hati-hati kami selepas Engkau memberi kami petunjuk dan kurniakan kami dari sisi-Mu akan rahmat. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi." (Ali Imran: 8)
Dari ayat tersebut nampak bahwa hidayah itu bukan sesuatu yang bersifat kekal, maka dari itu hidayah perlu dijaga. Oleh karena itu kita perlu minta sungguh-sungguh pada Allah agar hidayah tidak hilang dari kita, serta berusaha keras agar hidayah tidak hilang.

Referensi

Sebab-sebab Seseorang Mendapat Hidayah

Sebelumnya telah dibahas mengenai peranan hidayah dalam Islam serta sumber datangnya hidayah. Pada tulisan ini diuraikan lebih lanjut hal-hal apa yang menyebabkan seseorang itu mendapat hidayah menurut Abuya Ashaari Muhammad. Berikut ini adalah sebab-sebabnya:
  1. Seseorang lahir di dalam keluarga yang beragama, maka orang tersebut mendapat didikan secara langsung dan praktek agama Islam dari suasana keluarga tersebut. Orang ini agak bernasib baik.
  2. Seseorang yang begitu saja dia lahir telah Allah bekalkan kesadaran dan petunjuk. Dari kecil sudah suka kepada kebaikan dan kebenaran. Mereka terus mencari dan mengamalkan. Golongan ini sangat sedikit. Ini adalah pemberian Allah secara wahbiah / anugerah.
  3. Orang yang di dalam perjalanan hidupnya bertemu dengan golongan atau kelompok yang beragama Islam dan mengamalkan syariat. Ketika dilihat kehidupan golongan/kelompok tersebut ternyata begitu baik dan bahagia sehingga membuatnya mengikuti golongan itu.
  4. Ada orang yang senantiasa mencari-cari kebenaran, mereka senantiasa membaca, mengkaji, membandingkan serta melihat-lihat berbagai golongan dari berbagai-bagai agama dan ideologi serta bergaul dengan golongan itu maka akhirnya mereka bertemu dengan kebenaran itu.
  5. Ada orang yang mendapat pendidikan Islam, mendengar ceramah agama, ikut kursus agama, menghadiri majelis-majelis agama maka sebagian dari mereka mendapat petunjuk dari mengaji dan mendengar itu.
  6. Ada orang yang mendapat ujian oleh Allah, mungkin setelah kaya jatuh miskin, atau mendapat sakit parah, atau ditimpa bencana alam dan lain-lain lagi, pada saat itu dia sadar dan insaf. Lantaran itu dia kembali mendekati diri kepada Allah SWT.
  7. Ada orang yang mendapat kebenaran, karena Allah beri mereka pengalaman alam kerohanian seperti melihat sesuatu di dalam mimpi seperti melihat alam barzakh, dia melihat orang kena azab/siksa, atau dia sendiri yang kena azab atau melihat Qiamat atau Allah perlihatkan kepadanya pohon bersujud, pohon bertasbih, dan lain-lain lagi hal yang ajaib. Setelah mendapat pengalaman itu mereka pun kembali kepada kebenaran.
  8. Ada orang yang sadar setelah melihat ada golongan atau keluarga yang kehidupan dunianya begitu hebat, rumah besar, kaya-raya, kendaraan yang mewah, harta banyak tapi kehidupan keluarga itu senantiasa porak-peranda, krisis sering terjadi, kasih sayang tidak ada, masing-masing membawa keinginan sendiri, ukhwah tiada maka dari peristiwa itu mereka sadar dan insaf bahwa kemewahan hidup di dunia tidak menjamin mendapat kebahagiaan di dunia, apa lagi untuk mendapat kebahagiaan di Akhirat kelak.
  9. Ada orang yang memiliki kehidupan mewah, serba ada, apapun yang diinginkan dapat, pangkat/kedudukan ada, banyak uang, namun kebahagiaan tidak dirasakan, hidup di dalam keluarga porak-peranda, lalu mereka insaf dan sadar akhirnya mencari jalan kebenaran.
  10. Ada golongan yang mendapat petunjuk karena ada orang yang soleh atau orang yang bertaqwa mendoakannya, lalu doanya dikabulkan oleh Allah, maka Islamlah dia seperti Sayidina Umar Al Khattab yang mendapat petunjuk karena doa Rasulullah SAW.

Referensi

Hidayah dalam Islam

Hidayah adalah sesuatu yang sangat berharga bagi seorang muslim, karena dari hidayah inilah titik tolak seseorang itu masuk Islam. Kemudian setelah mendapat hidayah, orang itu akan melanjutkan usahanya untuk mendapatkan iman serta lain-lain perkara lagi yang ada di dalam ajaran Islam. Jika seorang Islam itu mendapat hidayah berupa terbuka pintu hatinya untuk beramal, maka dari situlah dia berusaha untuk mempelajari ilmu Islam dari sumber Al Quran dan Hadis serta mengamalkannya. Firman Allah dari surah An An'am ayat 125 dengan pengertian sebagai berikut:

"Maka sesiapa yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah kepadanya nescaya ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam."

Kalau seseorang yang belum masuk Islam belum mendapat hidayah artinya orang tersebut hatinya belum terbuka untuk menerima Islam atau masuk agama Islam. Begitu juga seorang yang sudah Islam dengan sebab keturunan, jika hidayah belum dia dapatkan artinya hatinya tidak akan terbuka untuk beramal dan memperjuangkan agama Islam. Hidayah ini anugerah dari Allah, bukan sesuatu yang muncul dari logika berpikir, bukan pula sesuatu yang dapat dibeli dengan kekayaan. Banyak orang yang tahu tentang Islam, bahkan ada juga yang mendalami ilmu Islam dengan hebatnya, tapi tidak masuk Islam juga, seperti para Orientalis. Banyak juga orang Islam yang ilmu Islamnya cukup banyak, namun lebih senang hidup dengan gaya liberal.

Setelah berusaha mempelajari dan setelah hati terbuka untuk beramal maka setelah itu mungkin akan mendapat taufiq dari Allah Taala artinya apa yang diamalkan orang tersebut tepat atau selaras dengan kehendak Allah Taala. Dengan demikian maka sempurna Islam seseorang itu karena seluruh amalan telah bergabung di situ di antara hidayah dengan taufiq.

Namun demikian sebatas hidayah pun juga sudah merupakan satu anugerah yang sangat berharga dari Allah Taala yang Maha Pemurah, karena dari hidayah pintu hati telah terbuka untuk menjadi seorang Islam atau seorang Islam telah terbuka pintu hatinya untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam. Hidayah adalah satu benda yang berharga sehingga tidak semua orang mendapatkannya atau memperolehinya.

Referensi